pindah…

pindah ke http://lenimarlins.wordpress.com/ see u there…

menciptakan tantangan

suatu kali, aku baca sebuah berita ringan di christian today mengenai tantangan utk hidup di bawah garis kemiskinan. orang-orang yang ingin berpartisipasi dalam tantangan itu harus bersedia hidup dengan uang satu poundsterling, atau rp. 14.000 per hari selama satu minggu. terserah kita menganggap jumlah ini cukup atau justru kurang. namun, hampir 1,6 milyar penduduk dunia rata-rata hanya memiliki uang sebesar itu untuk bertahan hidup setiap hari.

tujuan tantangan ini, selain kepedulian dan empati, juga berakhir pada penghematan. sehingga individu yang ikut tantangan memiliki uang lebih banyak untuk didonasikan kepada orang2 yg membutuhkan. sungguh tantangan yang efektif dan efisien 😀

ide mengenai tantangan ini akhirnya menginspirasi aku untuk ikut melakukan sebuah tantangan. tentu saja karena aku ini orang yg perlu pressure untuk sukses mencapai sesuatu. dan tantangan apakah itu? taraaaa.. aku menamakannya tantangan satu orang. detailnya.. hmm.. tunggu ya kalo nanti udah genap seminggu. saat aku menulis posting ini, aku udah menyelesaikan dua hari. tinggal 5 hari lagi…

aku juga sudah mulai merencanakan tantangan lain di minggu kedua. gimana, semangat banget kan? hehe.

bdw, posting ini menurutku semrawut. ga sempat diperbaiki tata bahasanya karna udah keburu ngantuk namun harus posting. semacam janji utk diri sendiri 🙂

okeh, itu dulu. aku siap untuk hari ketiga. semangat!!

different

how can we be so different and feel so much alike?

and how can we feel so different and be so much alike?

(“I Am Sam”)

antara Ayub dan Abraham

kita pasti pernah membaca kisah Abraham yang diminta Tuhan untuk mempersembahkan Ishak, anak satu-satunya, sebagai korban bakaran. memang sulit untuk memahami jalan pikiran Tuhan pada awalnya. mengapa sih Tuhan memberi kemudian mengambil kembali sesuatu sebelum janji itu digenapi ? (janji Tuhan :Kejadian 17:4-8)

tetapi tidak terlalu lama kita diombang-ambingkan pemikiran negatif. pada ayat ke-11, sebuah suara dari langit memanggil nama Abraham..

“Abraham, Abraham,” seru suara itu.

“Ya Tuhan,” jawab Abraham.

“Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.”

ooopss, bagaimana perasaan kita mendengar perkataan ini? seperti disiram air sejuk dari kendi tanah liat. ademmm benerrr.. ya nggak?

ah ternyata, Tuhan hanya ingin mengetahui seberapa besar iman Abraham. DIA ngga bener-bener ingin meminta Ishak dikorbankan.

artinya apa? artinya, jika kita telah mengetahui pola ini, maka akan sangat mudah untuk menerima setiap ketakutan dan kekhawatiran dan berkata, “Tuhan hanya ingin melihat imanku. pada akhirnya, DIA akan menyediakan seekor domba jantan, yang tanduknya tersangkut dalam belukar, dan menyuruhku untuk menyimpan apa yang menjadi kesayanganku. Dia tidak benar-benar mau mengambilnya, aku ngga perlu takut.”

Baiklah, itu bisa diterima, tapi jangan lupa, ada sebuah kisah lagi di dalam Alkitab, yang tak kurang mencengangkannya dibanding kisah Abraham. masih ingat Ayub? Pasti ingat. begini Alkitab mendeskripsikan seorang Ayub : ia saleh dan jujur, ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

tetapi deskripsi itu bukan jaminan bahwa ia akan bebas dari segala kepedihan yang terjadi di dunia ini. Tuhan tetap memintanya untuk menunjukkan ke-mumpuni-annya, dengan cara yang sangat istimewa dan tak terpikirkan. kesepuluh anaknya, puluhan ribu ternaknya, dan dirinya sendiri. bahkan istrinya pun membuatnya merasa salah telah memiliki Tuhan setega itu.

kondisi Ayub baru dipulihkan pada pasal ke 42. hal itu menjadi sebuah gambaran bahwa kepedihan yang dirasakan oleh Ayub, terjadi dalam jangka yang cukup panjang. ia harus menunggu demikian lama hingga akhirnya Tuhan memulihkan seluruh apa yang hilang darinya. pada akhirnya, Tuhan memberkati Ayub lebih daripada sebelumnya. Ia meninggal dalam keadaan yang baik ketika ia sudah tua dan lanjut umurnya.

perhatikan kedua kisah ini. persamaannya : Tuhan selalu merancangkan akhir yang baik bagi setiap orang. masalahnya adalah Anda harus sabar dan menunggu. cara Tuhan menunjukkan diri-Nya tidak selalu sama seperti kepada Abraham, ataupun Ayub.

yang lebih penting lagi, saat kita mengetahui pola yang terjadi pada iman Abraham, artinya pola yang terjadi pada iman Ayub juga bisa terjadi pada kita. Tuhan bisa jadi hanya meminta kita untuk tidak takut kehilangan kesayangan kita, tapi Tuhan juga bisa benar-benar mengambil apa yang menjadi kesayangan kita.

saat segala sesuatu benar-benar hilang, jangan kecil hati dan menuduh Tuhan tidak menyiapkan seekor domba jantan di semak belukar. DIA justru sedang menyiapkan sesuatu yang lebih besar dari seekor domba jantan. DIA ingin memberkati kita lebih banyak dari sebelumnya. seperti Ayub.

Tuhan baik apapun yang terjadi 🙂

thanksss

thanks GOD untuk tahun-tahun penuh berkat 🙂

untuk pekerjaan, teman kerja, dan penghasilan yang dicukupkan 🙂

untuk setiap pencapaian dan keberhasilan 🙂

untuk teman-teman, sahabat-sahabat, yang lama dan baru 🙂

untuk orangtua dan saudara 🙂

untuk kehadirannya di masa-masa sulit 🙂

dan tentu saja untuk kesediaan-Mu menghadapi sikapku yang tidak dewasa 🙂

thanks ya. love YOU 🙂

happy december

buat warming up, ini nulis status fb aja hehe

aku tidak perlu mengubahmu, aku hanya perlu mengubah seleraku.

(aku) berkompromi dengan selera tapi bukan dengan prinsip. selamat datang harmonisasi.

tapi pertama-tama, berilah batas antara hal yang prinsip dengan hal yang sekadar selera. kita tidak akan mati hanya karena mengubah selera, tapi saat kita mengubah prinsip demi sesuatu, kita telah mati dari dalam.

dan yang paling penting, ubahlah selera Anda demi sesuatu yang sangat berharga; dimana Anda tidak ingin kehilangannya. selera adalah soal kenikmatan. Anda bersedia tidak menikmati apa-apa, asal memiliki hal yang paling berharga itu.

itu dulu deh. hehe.

pagi ini, konyol deh kamu

pagi ini

1) percakapan konyol

temen 1 : dulu sebelum ini kamu kerja dimana?

temen 2 : di perusahaan A

temen 1 : bidang apaan?

temen 2 : itu… ekspor impor…

temen 1 : ekspor impor apaan?

temen 2 : hasil bumi, kayak cengkeh, pala…

aku : ehh, itu ada lagunya tuuhh… haaassiill bumiiii… *sing

(wkakakak…. lupa-lupa ingat tuh lagu jadul banget, biasanya dulu tayang di tvri, vidklipnya yg sawah-sawah, petani, kerbau lagi mbajak, hihihi…. lucu.. lucu…)

2) kelakuan konyol

waktu : pukul delapan kurang sepuluh pagi
tempat : warung deket kantor
aktivitas : beli sarapan

waaaaa, tempenya kok habis yah? (infoh:biasanya aku sarapan pake nasi, sayur, plus tempe satu). clingak-clinguk. ooohh ituuu, masih ada di piring – sekitar 5 bijian. tanpa pikir panjang, tangan ini langsung menyentuh tanpa ampun….

mendadak dari belakang ada yg ngomong,

mbak..ituuuu punyaaa sayaaa…(seorang mas berbaju kuning ngomong dengan raut muka malu-malu)

aku : upsss, maaaaffff…… *amblas ke dalam bumi!